<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469</id><updated>2011-07-29T16:26:03.924+07:00</updated><category term='Cerdas Alam'/><category term='Daur ulang'/><category term='Cerdas Musik'/><category term='respon'/><category term='ikhlas'/><category term='bahagia'/><category term='Cerdas Bahasa'/><category term='Cerdas Matematika dan Logika'/><category term='Milk'/><category term='Cerdas Sosial'/><category term='dakwah'/><category term='wasiat'/><category term='Rasulullah'/><category term='harvard medical school'/><category term='waktu'/><category term='Industry'/><category term='ellen meara'/><category term='Manajemen waktu'/><category term='keluarga sakinah'/><category term='Cerdas Tubuh'/><category term='Global warming'/><category term='Cerdas Diri'/><category term='kertas unik'/><category term='kertas seni'/><category term='konsentrasi'/><category term='Cerdas Spiritual'/><category term='1990-2000'/><category term='Cerdas Gambar'/><category term='penelitian'/><category term='miskin'/><category term='Panjang umur'/><category term='Ultrajaya'/><title type='text'>Kang Bina Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-8971450155449309537</id><published>2011-07-29T16:22:00.003+07:00</published><updated>2011-07-29T16:26:03.933+07:00</updated><title type='text'>Interactive Science Simulations</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Interactive Science Simulations&lt;br /&gt;Fun, interactive, research-based simulations of physical phenomena from the PhET project at the University of Colorado&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://phet.colorado.edu/en/simulations/category/new&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-8971450155449309537?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/8971450155449309537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=8971450155449309537' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/8971450155449309537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/8971450155449309537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2011/07/interactive-science-simulations-fun.html' title='Interactive Science Simulations'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-2997880499138817113</id><published>2009-07-12T07:32:00.000+07:00</published><updated>2009-07-12T07:53:39.500+07:00</updated><title type='text'>Visi dan Misi Keluarga Muslim</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah bentuk keluarga kita? Ada yang mengatakan, “Rumahku surgaku”. Tapi, tak sedikit yang mengatakan, “Rumah gue kayak neraka”. Atau, hambar saja. Tak ada rasa bahwa kita mempunyai keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun bentuk keluarga kita itu adalah hasil dari perpaduan tiga faktor pembentuknya. Ketiga faktor itu adalah paradigma yang kita miliki tentang keluarga, kompetensi seluruh anggota keluarga kita dalam membangun keluarga, dan apa aktivitas yang ada dalam keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam paradigma kita bahwa keluarga bahagia adalah keluarga yang bergelimangan harta, maka motivasi kita dalam berkeluarga adalah mengkapitasisasi kekayaan. Maka, kita akan mencari istri atau suami anak tunggal dari calon mertua yang kaya. Pusat perhatian kita dalam berkeluarga adalah menambah kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma berkeluarga seorang muslim berasal dari motivasi bahwa berkeluarga adalah untuk beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri, dan merealisasikan amal bahwa berkeluarga adalah bagian dari sebuah gerakan menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi. Sehingga, pusat perhatiannya dalam berkeluarga adalah meningkatkan kualitas ruhiyah (rohani), fikriyah (pikiran), nafsiyah (emosi kejiwaan), jasadiyah (raga), dan sosialisasi setiap anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, membangun keluarga sakinah mawadah wa rahmah (samara) adalah sasaran yang ingin dicapai seorang muslim dalam membentuk keluarga. Dalam keluarga yang samara itulah kita akan melahirkan pribadi islami untuk saat ini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sangat penting bagi seorang muslim membangun kompetensi untuk membangun keluarga. Apa sih kompetensi berkeluarga? Kompetensi berkeluarga adalah segala pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar yang harus dimiliki agar seseorang dapat berhasil membangun rumah tangga yang kokoh yang menjadi basis penegakkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Maka tak heran jika Rasulullah saw. menyuruh kita untuk pandai-pandai memilih pasangan hidup. Jangan asal pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Berbahagialah orang yang menikahi wanita karena agamanya, dan merugilah orang yang menikahi wanita hanya karena harta, kecantikan, dan keturunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdillah bin Amrin r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena kecantikannya, sebab kecantikan itu pada saatnya akan hilang. Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena hartanya, sebab harta boleh jadi membuatnya congkak. Tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab seorang wanita budak yang jelek lagi hitam kelam yang memiliki agama (kuat dalam beragama) adalah lebih baik daripada wanita merdeka yang cantik lagi kaya, tetapi tidak beragama.” (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas r.a. berkata, bahwa Nabi saw. telah bersabda, “Empat perkara, barangsiapa memilikinya berarti dia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat: hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, badan yang sabar dikala mendapat musibah, dan istri yang dapat menjaga kehormatan diri serta dapat menjaga harta suami.” (HR. Thabrani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Ausath, sedang sanad dalam salah satu dan dua riwayat adalah hasan (bagus)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keshalihan diri kita dan pasangan hidup kita adalah modal dasar membentuk keluarga samara. Seperti apa sih keluarga samara itu? Keluarga samara, yaitu keluarga dengan karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang dibangun oleh pasangan suami-istri yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang anggotanya punya kesadaran untuk menjaga prinsip dan norma Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang mendorong seluruh anggotanya untuk mengikuti fikrah islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang anggota keluarganya terlibat dalam aktivitas ibadah dan dakwah, dalam bentuk dan skala apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang menjaga adab-adab Islam dalam semua sisi kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang anggotanya melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang baik dalam melaksanakan tarbiyatul aulad (proses mendidik anak-anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang baik dalam mentarbiyah khadimah (mendidik pembantu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. [QS. Ruum (30): 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa Allah memberikan samara kepada pasangan suami-istri muslim? Sebagai modal untuk meraih kebahagiaan. Bukankah tujuan hidup kita sebagai seorang manusia adalah memperoleh kebahagian? Bagi seorang muslim, ada tiga level kebahagiaan yang ingin dicapai sesuai dengan QS. Al-Baqarah (2) ayat 201.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- حَسَنَةً الدُّنْيــَا فِي آتِــنَا رَبَّنـــَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- حَسَنَةً اْلآخَرَةِ فِي وَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- الــنَّارِ عَذَابَ قِــنَا وَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebaik-baik doa seorang muslim. Kita bercita-cita meraih kebahagiaan di dunia. Ketika meninggalkan dunia, kita mendapat kebahagiaan di akhirat. Yang dimaksud dengan al-hasanah (kebaikan) di akhirat adalah surga. Tapi, ada orang yang langsung masuk surga dan ada orang yang dibersihkan dulu dosa-dosanya di neraka baru kemudian masuk surga. Nah, obsesi tertinggi kita adalah wa qinaa adzaaban nar, masuk surga dengan tanpa tersentuh api neraka terlebih dahulu. Sebab, inilah kesuksesan yang sebenarnya bagi diri seorang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [QS. Ali Imran (3): 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, doa rabbanaa atinaa fiiddunya hasanah… atau dikenal dengan doa sapu jagat haruslah menjadi syiar yang selalu disenandungkan oleh setiap muslim sepanjang hidupnya di dunia. Ketika seorang muslim dan muslimah menikah, syiar ini bertransformasi menjadi: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim (66): 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tugas pokok seorang kepala keluarga: menjaga agar tidak satupun anggota keluarganya tersentuh api neraka. Untuk menunjukkan bahwa tugas ini sangat penting, Allah swt. memvisualisasikan bagaimana dahsyatnya neraka dan tidak nyamannya orang yang masuk ke dalamnya. Bahkan, orang yang masuk ke dalam neraka menjadi bahan bakar. Diperlakukan kasar dan keras. Padahal, kita tidak pernah ridha jika istri kita diganggu orang di jalan, kita marah jika anak kita dilukai orang, kita tidak mau anggota keluarga kita tidak nyaman akibat kepanasan atau kehujanan. Itulah bentuk rasa sayang kita kepada mereka. Seharusnya, bentuk kasih sayang itu juga menyangkut nasib mereka di akhirat kelak. Kita tidak ingin satu orang anggota keluarga kita tersentuh api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas berat ini tentu tak mungkin ditanggung oleh seorang kepala keluarga sendiri tanpa ada keinginan yang sama dari setiap anggota keluarga. Artinya, akan lebih mudah jika seorang suami beristri seorang muslimah yang punya visi yang sama: sama-sama ingin masuk surga tanpa tersentuh api neraka. Inilah salah satu alasan bahwa kita tidak boleh asal dalam memilih pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hubungan suami-istri, orang tua dan anak, adalah hubungan saling tolong menolong. Saling tolong menolong agar tidak tersentuh api neraka. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. At-Taubah (9): 71]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong menolong. Itulah kata kunci pasangan samara dalam mengelola keluarga. Suami-istri itu akan berbagi peran dan tanggung jawab dalam mengelola keluarga mereka. Sungguh indah gambaran pasangan suami-istri yang seperti ini. Suaminya penuh rasa tanggung jawab, istrinya mampu menjaga diri dan menempatkan diri. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka.” [QS. An-Nisa’ (4): 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami-istri yang seperti itu sadar betul bahwa keluarga harus dikelola seperti sebuah organisasi. Bukankah keluarga adalah unit terkecil dalam susunan organisasi masyarakat? Bukankah keluarga miniatur sebuah negara? Jadi, kenapa banyak keluarga berjalan tanpa pengorganisasian yang memadai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita yakin bahwa keluarga adalah sebuah lembaga, maka sebagai lembaga harus terorganisasi. Ada pemimpin dan ada yang dipimpin. Ikatan antara pemimpin dan yang dipimpin adalah ikatan kerjasama. Kerjasama haruslah punya tujuan yang terukur. Dan tujuan yang ingin dicapai haruslah diketahui bagaimana cara mencapainya. Itu artinya, cara pencapaiannya harus direncanakan. Setiap rencana baru bisa sukses jika diiringin kemauan yang kuat (azzam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu rahasia keberhasilan realisasi sebuah rencana adalah ketika rencana itu dibuat dengan prinsip syura. Semakin tinggi tingkat partisipasi, maka akan semakin tinggi potensi keberhasilan tujuan itu dicapai. Inilah salah satu rahasia keberhasilan Rasulullah saw. mengelola para sahabat. Karena Rasulullah saw. selain berlemah-lembut, juga mengajak peran aktif mereka dalam bermusyawarah membuat rencana-rencana strategis (lihat QS. Ali Imran (3): 159].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, keluarga juga akan sukses mencapai tujuan-tujuannya jika menerapkan prinsip syura dalam perencanaannya. Bahkan, untuk urusan menyapih (ibu berhenti memberi ASI) pun harus disyurakan. Ini perintah Allah swt. Silakan lihat QS. Al-Baqarah (2) ayat 233.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika ingin tidak ada satu orang keluarga pun tersentuh api neraka, kita harus merencanakannya. Tetapkan ini sebagai visi keluarga kita. Lalu, breakdown agar menjadi sebuah langkah yang aplikatif. Jika kita perinci, kira-kira akan menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun anggota keluarga tersentuh api neraka الــنَّارِ عَذَابَ قِــنَا وَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai derajat takwa yang sebenarnya تُـقَـاتِه حَقَّ التَّقْوَى&lt;br /&gt;Memperoleh hidup mulia atau mati syahid شَهِيْد مُتْ أَوْ كَرِيْمًا عَيْشْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk mencapai visi dan misi keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setiap anggota keluarga mengikuti tarbiyah (pendidikan) dalam bentuk tilawah Al Qur’an, ada proses tazkiyah (pembersihan diri), dan taklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap anggota keluarga menjalankan ibadah sampai derajat ihsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setiap anggota keluarga berdakwah dan berjihad fii sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada anggota keluarga yang menjadi pemimpin masyarakat (istikhlafu fiil ardhi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah kebijakan keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Semua anggota keluarga kita harus tertarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap anggota keluarga harus memiliki jadwal ibadah unggulan pribadi, baik secara ritual maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Secara jama’i (bersama-sama), keluarga harus punya jadwal ibadah unggulan, baik ritual maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus memiliki agenda dakwah di dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Harus memiliki agenda dakwah di untuk masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghadirkan suasana keluarga yang mendukung tercapainya visi dan misi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mendidik setiap anggota keluarga untuk mencapai kualitas keluarga sebagai pemimpin umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung tercapainya visi dan misi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah arah dan kebijakan ditetapkan, perincilah ke dalam program dan kegiatan yang aplikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masuk surga memang harus direncanakan. Bukan sekadar diharapkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma meneruskan&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dakwatuna, 19/11/2007 | 9/Dzulqaidah/1428 H dengan pengubahan seperlunya ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-2997880499138817113?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/2997880499138817113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=2997880499138817113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/2997880499138817113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/2997880499138817113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2009/07/visi-dan-misi-keluarga-muslim.html' title='Visi dan Misi Keluarga Muslim'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-907201806579076370</id><published>2009-07-12T06:55:00.000+07:00</published><updated>2009-07-12T07:16:45.153+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Visi dan Misi Keluarga Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apakah bentuk keluarga kita? Ada yang mengatakan, “Rumahku surgaku”. Tapi, tak sedikit yang mengatakan, “Rumah gue kayak neraka”. Atau, hambar saja. Tak ada rasa bahwa kita mempunyai keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun bentuk keluarga kita itu adalah hasil dari perpaduan tiga faktor pembentuknya. Ketiga faktor itu adalah paradigma yang kita miliki tentang keluarga, kompetensi seluruh anggota keluarga kita dalam membangun keluarga, dan apa aktivitas yang ada dalam keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dalam paradigma kita bahwa keluarga bahagia adalah keluarga yang bergelimangan harta, maka motivasi kita dalam berkeluarga adalah mengkapitasisasi kekayaan. Maka, kita akan mencari istri atau suami anak tunggal dari calon mertua yang kaya. Pusat perhatian kita dalam berkeluarga adalah menambah kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma berkeluarga seorang muslim berasal dari motivasi bahwa berkeluarga adalah untuk beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri, dan merealisasikan amal bahwa berkeluarga adalah bagian dari sebuah gerakan menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi. Sehingga, pusat perhatiannya dalam berkeluarga adalah meningkatkan kualitas ruhiyah (rohani), fikriyah (pikiran), nafsiyah (emosi kejiwaan), jasadiyah (raga), dan sosialisasi setiap anggota keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, membangun keluarga sakinah mawadah wa rahmah (samara) adalah sasaran yang ingin dicapai seorang muslim dalam membentuk keluarga. Dalam keluarga yang samara itulah kita akan melahirkan pribadi islami untuk saat ini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sangat penting bagi seorang muslim membangun kompetensi untuk membangun keluarga. Apa sih kompetensi berkeluarga? Kompetensi berkeluarga adalah segala pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar yang harus dimiliki agar seseorang dapat berhasil membangun rumah tangga yang kokoh yang menjadi basis penegakkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Maka tak heran jika Rasulullah saw. menyuruh kita untuk pandai-pandai memilih pasangan hidup. Jangan asal pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abi Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Berbahagialah orang yang menikahi wanita karena agamanya, dan merugilah orang yang menikahi wanita hanya karena harta, kecantikan, dan keturunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdillah bin Amrin r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena kecantikannya, sebab kecantikan itu pada saatnya akan hilang. Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena hartanya, sebab harta boleh jadi membuatnya congkak. Tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab seorang wanita budak yang jelek lagi hitam kelam yang memiliki agama (kuat dalam beragama) adalah lebih baik daripada wanita merdeka yang cantik lagi kaya, tetapi tidak beragama.” (HR. Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas r.a. berkata, bahwa Nabi saw. telah bersabda, “Empat perkara, barangsiapa memilikinya berarti dia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat: hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, badan yang sabar dikala mendapat musibah, dan istri yang dapat menjaga kehormatan diri serta dapat menjaga harta suami.” (HR. Thabrani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Ausath, sedang sanad dalam salah satu dan dua riwayat adalah hasan (bagus)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keshalihan diri kita dan pasangan hidup kita adalah modal dasar membentuk keluarga samara. Seperti apa sih keluarga samara itu? Keluarga samara, yaitu keluarga dengan karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang dibangun oleh pasangan suami-istri yang shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang anggotanya punya kesadaran untuk menjaga prinsip dan norma Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang mendorong seluruh anggotanya untuk mengikuti fikrah islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang anggota keluarganya terlibat dalam aktivitas ibadah dan dakwah, dalam bentuk dan skala apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang menjaga adab-adab Islam dalam semua sisi kehidupan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang anggotanya melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang baik dalam melaksanakan tarbiyatul aulad (proses mendidik anak-anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keluarga yang baik dalam mentarbiyah khadimah (mendidik pembantu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. [QS. Ruum (30): 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa Allah memberikan samara kepada pasangan suami-istri muslim? Sebagai modal untuk meraih kebahagiaan. Bukankah tujuan hidup kita sebagai seorang manusia adalah memperoleh kebahagian? Bagi seorang muslim, ada tiga level kebahagiaan yang ingin dicapai sesuai dengan QS. Al-Baqarah (2) ayat 201.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- حَسَنَةً الدُّنْيــَا فِي آتِــنَا رَبَّنـــَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- حَسَنَةً اْلآخَرَةِ فِي وَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- الــنَّارِ عَذَابَ قِــنَا وَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebaik-baik doa seorang muslim. Kita bercita-cita meraih kebahagiaan di dunia. Ketika meninggalkan dunia, kita mendapat kebahagiaan di akhirat. Yang dimaksud dengan al-hasanah (kebaikan) di akhirat adalah surga. Tapi, ada orang yang langsung masuk surga dan ada orang yang dibersihkan dulu dosa-dosanya di neraka baru kemudian masuk surga. Nah, obsesi tertinggi kita adalah wa qinaa adzaaban nar, masuk surga dengan tanpa tersentuh api neraka terlebih dahulu. Sebab, inilah kesuksesan yang sebenarnya bagi diri seorang mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [QS. Ali Imran (3): 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, doa rabbanaa atinaa fiiddunya hasanah… atau dikenal dengan doa sapu jagat haruslah menjadi syiar yang selalu disenandungkan oleh setiap muslim sepanjang hidupnya di dunia. Ketika seorang muslim dan muslimah menikah, syiar ini bertransformasi menjadi: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim (66): 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tugas pokok seorang kepala keluarga: menjaga agar tidak satupun anggota keluarganya tersentuh api neraka. Untuk menunjukkan bahwa tugas ini sangat penting, Allah swt. memvisualisasikan bagaimana dahsyatnya neraka dan tidak nyamannya orang yang masuk ke dalamnya. Bahkan, orang yang masuk ke dalam neraka menjadi bahan bakar. Diperlakukan kasar dan keras. Padahal, kita tidak pernah ridha jika istri kita diganggu orang di jalan, kita marah jika anak kita dilukai orang, kita tidak mau anggota keluarga kita tidak nyaman akibat kepanasan atau kehujanan. Itulah bentuk rasa sayang kita kepada mereka. Seharusnya, bentuk kasih sayang itu juga menyangkut nasib mereka di akhirat kelak. Kita tidak ingin satu orang anggota keluarga kita tersentuh api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas berat ini tentu tak mungkin ditanggung oleh seorang kepala keluarga sendiri tanpa ada keinginan yang sama dari setiap anggota keluarga. Artinya, akan lebih mudah jika seorang suami beristri seorang muslimah yang punya visi yang sama: sama-sama ingin masuk surga tanpa tersentuh api neraka. Inilah salah satu alasan bahwa kita tidak boleh asal dalam memilih pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, hubungan suami-istri, orang tua dan anak, adalah hubungan saling tolong menolong. Saling tolong menolong agar tidak tersentuh api neraka. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. At-Taubah (9): 71]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong menolong. Itulah kata kunci pasangan samara dalam mengelola keluarga. Suami-istri itu akan berbagi peran dan tanggung jawab dalam mengelola keluarga mereka. Sungguh indah gambaran pasangan suami-istri yang seperti ini. Suaminya penuh rasa tanggung jawab, istrinya mampu menjaga diri dan menempatkan diri. “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka.” [QS. An-Nisa’ (4): 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami-istri yang seperti itu sadar betul bahwa keluarga harus dikelola seperti sebuah organisasi. Bukankah keluarga adalah unit terkecil dalam susunan organisasi masyarakat? Bukankah keluarga miniatur sebuah negara? Jadi, kenapa banyak keluarga berjalan tanpa pengorganisasian yang memadai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita yakin bahwa keluarga adalah sebuah lembaga, maka sebagai lembaga harus terorganisasi. Ada pemimpin dan ada yang dipimpin. Ikatan antara pemimpin dan yang dipimpin adalah ikatan kerjasama. Kerjasama haruslah punya tujuan yang terukur. Dan tujuan yang ingin dicapai haruslah diketahui bagaimana cara mencapainya. Itu artinya, cara pencapaiannya harus direncanakan. Setiap rencana baru bisa sukses jika diiringin kemauan yang kuat (azzam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan salah satu rahasia keberhasilan realisasi sebuah rencana adalah ketika rencana itu dibuat dengan prinsip syura. Semakin tinggi tingkat partisipasi, maka akan semakin tinggi potensi keberhasilan tujuan itu dicapai. Inilah salah satu rahasia keberhasilan Rasulullah saw. mengelola para sahabat. Karena Rasulullah saw. selain berlemah-lembut, juga mengajak peran aktif mereka dalam bermusyawarah membuat rencana-rencana strategis (lihat QS. Ali Imran (3): 159].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, keluarga juga akan sukses mencapai tujuan-tujuannya jika menerapkan prinsip syura dalam perencanaannya. Bahkan, untuk urusan menyapih (ibu berhenti memberi ASI) pun harus disyurakan. Ini perintah Allah swt. Silakan lihat QS. Al-Baqarah (2) ayat 233.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika ingin tidak ada satu orang keluarga pun tersentuh api neraka, kita harus merencanakannya. Tetapkan ini sebagai visi keluarga kita. Lalu, breakdown agar menjadi sebuah langkah yang aplikatif. Jika kita perinci, kira-kira akan menjadi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun anggota keluarga tersentuh api neraka الــنَّارِ عَذَابَ قِــنَا وَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencapai derajat takwa yang sebenarnya تُـقَـاتِه حَقَّ التَّقْوَى&lt;br /&gt;Memperoleh hidup mulia atau mati syahid شَهِيْد مُتْ أَوْ كَرِيْمًا عَيْشْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk mencapai visi dan misi keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setiap anggota keluarga mengikuti tarbiyah (pendidikan) dalam bentuk tilawah Al Qur’an, ada proses tazkiyah (pembersihan diri), dan taklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap anggota keluarga menjalankan ibadah sampai derajat ihsan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setiap anggota keluarga berdakwah dan berjihad fii sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada anggota keluarga yang menjadi pemimpin masyarakat (istikhlafu fiil ardhi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arah kebijakan keluarga kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Semua anggota keluarga kita harus tertarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setiap anggota keluarga harus memiliki jadwal ibadah unggulan pribadi, baik secara ritual maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Secara jama’i (bersama-sama), keluarga harus punya jadwal ibadah unggulan, baik ritual maupun sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus memiliki agenda dakwah di dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Harus memiliki agenda dakwah di untuk masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghadirkan suasana keluarga yang mendukung tercapainya visi dan misi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mendidik setiap anggota keluarga untuk mencapai kualitas keluarga sebagai pemimpin umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Menyediakan sarana dan prasarana pendukung tercapainya visi dan misi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah arah dan kebijakan ditetapkan, perincilah ke dalam program dan kegiatan yang aplikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masuk surga memang harus direncanakan. Bukan sekadar diharapkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma meneruskan&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat ya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : dakwatuna, 19/11/2007 | 9/Dzulqaidah/1428 H dengan pengubahan seperlunya ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-907201806579076370?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/907201806579076370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=907201806579076370' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/907201806579076370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/907201806579076370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2009/07/visi-dan-misi-keluarga-muslim-seperti.html' title=''/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-2880808899238313969</id><published>2009-04-18T22:46:00.002+07:00</published><updated>2009-04-18T22:49:38.328+07:00</updated><title type='text'>Saudaraku, Tinggalkanlah Dusta</title><content type='html'>Di antara sebab terbanyak yang menjerumuskan anak Adam ke lembah kemaksiatan, adalah mereka tidak menjaga dua hal yaitu lidah dan kemaluannya. Sehingga Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;”Barangsiapa yang mampu menjaga apa yang terdapat di antara dua janggutnya dan apa yang ada di antara dua&lt;br /&gt;kakinya, maka aku jamin akan masuk surga.” &lt;/i&gt;(Muttafaq alaih, dari Sahl bin Sa’ad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaksiatan yang ditimbulkan dari kemaluan adalah zina, dan kemaksiatan yang ditimbulkan oleh lisan adalah dusta. Terkadang dengan lisannya seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipertimbangkan dan dipikirkan sebelumnya, sehingga menimbulkan fitnah dan kemudharatan yang banyak bagi dirinya maupun bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jelaslah bahwa di antara keselamatan seorang hamba adalah tergantung pada penjagaannya terhadap lisannya. Nabi shalallahu alaihi wa salam sendiri pernah menasehati ‘Uqbah bin Amir ketika dia bertanya tentang keselamatan, lalu beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Peliharalah lidahmu, betahlah tinggal di rumahmu dan tangisilah dosa-dosamu.”&lt;/i&gt; (HR Tirmidzi, hadits hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk penyimpangan yang nyata dan banyak terjadi di masyarakat kita sekarang ini adalah melakukan dusta, baik dalam ucapan maupun perbuatan, baik dalam menjual maupun membeli, dalam sumpah dan perjanjian, bahkan menggunakan dusta sebagai bumbu dakwah dan menjatuhkan orang karena kedengkian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang awam maupun yang ‘alimnya banyak menganggap sepele masalah dusta, sehingga menjadi kebiasaan yang membudaya, yang seolah sulit ditinggalkan. Yang lebih parah lagi adalah kebiasaan dusta ini&lt;br /&gt;tidak dipedulikan lagi oleh yang awam maupun yang alim, mad’u maupun da’inya,&lt;br /&gt;terhadap bahaya yang ditimbulkan. &lt;i&gt;Na’udzubillah min&lt;br /&gt;dzalik.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal urusan dusta adalah termasuk hal yang berbahaya,&lt;br /&gt;karena termasuk urusan haram yang menyebabkan pelakunya terjerumus ke dalam&lt;br /&gt;neraka. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sesungguhnya&lt;br /&gt;dusta itu menuntun kepada kekejian dan kekejian itu menuntun ke dalam neraka.&lt;br /&gt;Tidak henti-hentinya seseorang itu berdusta dan membiasakan diri dalam dusta,&lt;br /&gt;sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta&lt;/i&gt; (muttafaqun&lt;br /&gt;‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusta mempunyai beberapa pengaruh buruk, yang seandainya hal ini&lt;br /&gt;disadari oleh para pendusta pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya&lt;br /&gt;dan akan kembali bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian&lt;br /&gt;dari pengaruh buruk itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1. Menyebarkan&lt;br /&gt;keraguan kepada dan di antara manusia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Keraguan artinya&lt;br /&gt;bimbang dan resah. Ini berarti seorang pendusta selamanya menjadi sumber&lt;br /&gt;keresahan dan keraguan, serta menjatuhkan ketenangan pada orang yang jujur.&lt;br /&gt;Berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Tinggalkanlah apa-apa&lt;br /&gt;yang membuatmu ragu dan ambil apa-apa yang tidak meragukanmu, karena&lt;br /&gt;sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah&lt;br /&gt;keresahan.”&lt;/i&gt; (HR Tirmidzi, An Nasai, dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Terjerumusnya&lt;br /&gt;seseorang ke dalam salah satu tanda munafik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;”Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki&lt;br /&gt;semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa memiliki salah satu di&lt;br /&gt;antaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia&lt;br /&gt;meninggalkannya. Yaitu bila diberi amanat dia khianat, bila berkata dia dusta,&lt;br /&gt;bila berjanji dia mengingkari, dan jika berselisih dia berkata kotor.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Muttafaqun ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, bahwa orang munafik akan&lt;br /&gt;menempati kerak neraka yang paling bawah. Sebutan munafik adalah sebutan yang&lt;br /&gt;amat berat, maka mengapa kita berani berdusta dan mempertahankannya padahal ia&lt;br /&gt;hanya akan mengantarkan kita kepada kedudukan yang buruk lagi&lt;br /&gt;menghinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Hilangnya kepercayaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya selama&lt;br /&gt;dusta menyebar dalam kehidupan masyarakat, maka hal itu akan menghilangkan&lt;br /&gt;kepercayaan di kalangan kaum Muslimin, memutuskan jalinan kasih sayang di antara&lt;br /&gt;mereka, sehingga menyebabkan tercegahnya kebaikan dan menjadi penghalang&lt;br /&gt;sampainya kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Memutarbalikkan kebenaran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pengaruh buruk dusta adalah&lt;br /&gt;memutarbalikkan kebenaran dan membawa berita yang berlainan dengan fakta,&lt;br /&gt;lebih-lebih dilakukan dengan tanpa mencari kejelasan atau tabayyun yang&lt;br /&gt;disyariatkan. Hal ini dilakukan karena para pendusta suka merubah kebatilan&lt;br /&gt;menjadi kebenaran dan kebenaran menjadi kebatilan dalam pandangan manusia.&lt;br /&gt;Sebagaimana para pendusta pun suka menghias-hiasi keburukan sehingga tampak baik&lt;br /&gt;dan memburuk-burukkan yang baik sehingga berubah menjadi buruk. Dan itulah&lt;br /&gt;perniagaan para pendusta yang terurai rapi dan mahal harganya menurut pandangan&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa saja yang mereka katakan tentang keburukan seseorang, dan&lt;br /&gt;apapun pengaruhnya, maka hati-hatilah terhadap mereka, baik yang anda baca dari&lt;br /&gt;mereka ataupun yang anda dengar. Pahami firman Allah&lt;br /&gt;ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”…Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada&lt;br /&gt;orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.”&lt;/i&gt; (QS Al Mukmin:&lt;br /&gt;28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Pengaruh dusta terhadap anggota badan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusta menjalar&lt;br /&gt;dari hati ke lidah, maka rusaklah lidah itu, lalu menjalar ke anggota badan,&lt;br /&gt;maka rusaklah amal perbuatannya sebagaimana rusaknya lidah dalam berbicara. Maka&lt;br /&gt;jika Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberikan kesembuhan dalam kejujuran&lt;br /&gt;kepada para pendusta itu. Sehingga semakin rusaklah mereka dan menjerumuskan&lt;br /&gt;mereka ke arah kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu alaihi wa salam&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, sedangkan&lt;br /&gt;dusta menuntun kepada kedurhakaan.”&lt;/i&gt; (Muttafaq ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah&lt;br /&gt;sebagian kecil dari akibat buruk dusta yang semuanya merupakan akibat yang&lt;br /&gt;terasa di dunia, dan di sisi Allah balasan bagi pendusta lebih dahsyat dan&lt;br /&gt;mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa para pendusta akan berjalan di atas jalan yang&lt;br /&gt;menuju neraka, karena dengan berdusta berarti ia akan membuka berbagai pintu&lt;br /&gt;keburukan lainnya. Rasulullah shalallahu alaih wa salam&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;”Sesungguhnya dusta itu menuju kepada kekejian dan kekejian&lt;br /&gt;menuntun ke neraka, seseorang terus menerus berdusta sehingga dicatat di sisi&lt;br /&gt;Allah sebagai Pendusta.”&lt;/i&gt; (muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu agar kita semua&lt;br /&gt;memperhatikan bahaya dusta sehingga takut untuk melakukannya. Adapun cara untuk&lt;br /&gt;menghindar darinya antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;1. Tidak bergaul dengan&lt;br /&gt;para pendusta dan mencari teman yang shaleh lagi jujur.&lt;br /&gt;2. Mempunyai&lt;br /&gt;keyakinan yang mantap akan bahaya yang ditimbulkannya baik di dunia maupun di&lt;br /&gt;akhirat.&lt;br /&gt;3. Melatih hati dan lisan untuk selalu berkata dan berbuat&lt;br /&gt;jujur.&lt;br /&gt;4. Selalu aktif mengkaji Al-Qur’an dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga&lt;br /&gt;Allah menganugerahkan kejujuran kepada kita semua dalam ucapan maupun&lt;br /&gt;perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Majalah As-Sunnah Edisi 09/Th III/1419H-1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-2880808899238313969?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/2880808899238313969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=2880808899238313969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/2880808899238313969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/2880808899238313969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2009/04/saudaraku-tinggalkanlah-dusta.html' title='Saudaraku, Tinggalkanlah Dusta'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-4811986931453909659</id><published>2009-01-23T11:16:00.001+07:00</published><updated>2009-01-23T11:27:09.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahagia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga sakinah'/><title type='text'>Keluarga Sakinah</title><content type='html'>&lt;span class="smalltext"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;      &lt;div class="post_body" id="pid_466395"&gt;      &lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan menunjukan banyak orang yang merindukan rumah tangga menjadi sesuatu yang teramat indah, bahagia, penuh dengan berkah. Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan kegelisahan, dan penderitaan. Bahkan tidak jarang diakhiri dengan kenistaan, percerian, dan juga derita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan harapan, tapi butuh kesungguhan. Mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkannya. Butuh kerja keras dan kemauan yang kuat untuk mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa indikasi yang bisa menghantarkan keluarga menjadi keluarga yang bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan menjadikan keluarga yang ahli sujud&lt;/span&gt;, keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT kelak di surga. Jadikan berkumpulnya anggota keluarga di surga sebagai motivasi dalam meningkatkan amal ibadah.&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;Kedua, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menjadikan rumah sebagai pusat ilmu&lt;/span&gt;. Pupuk iman adalah ilmu. Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya. Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat. Bekali anak-anak sedari kecil dengan ilmu dan jadilah orang tua yang senantiasa menjadi sumber ilmu bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jadikan rumah sebagai pusat nasihat&lt;/span&gt;. Kita harus tahu persis, semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar menjadikan kekayaanya saling menasehati, saling memperbaiki, serta saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Setiap koreksian bahkan pujian yang diberikan oleh keluarga pada kita patut kita syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena mereka adalah bagian terdekat kita, paling tahu keseharian kita seperti apa. Sehingga kritikan, koreksian, nasihat yang diberikan, dan bahkan pujian adalah lebih dekat pada keadaan diri kita yang sebenarnya. Banyak orang yang terpedaya oleh pujian dari orang lain. Jika mendapat sanjungan dari guru sebagai murid teladan, itu penilaian semu, guru tidak tahu keadaan kita. Kalau kita mendapat penghargaan dari pemimpin, pemimpin tahu apa? Dia tidak tahu keseharian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kalau ingin mengukur penghargaan yang sebenarnya, lihat dari tanggapan orang yang paling dekat dengan kita. Kalau seorang suami bisa memuji atau seorang istri memuji suami, begitupun dengan seorang anak memuji orang tuanya, itu patut kita syukuri. Karena itu dekat dan tahu keseharian kita. Apabila sebuah keluarga mulai saling menasehati, maka keluarga bagaikan cermin yang akan membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik, dan lebih baik lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan&lt;/span&gt;. Pastikan keluarga kita sebagai contoh bagi keluarga yang lain. Berbahagialah jika keluarga kita dijadikan contoh teladan bagi keluarga yang lain. Itu berarti, masing-masing anggota keluarga senantiasa menuai pahala dari setiap orang yang berubah karena kita sebagai jalan kebaikannya. Saling berlomba-lombalah dalam memunculkan kemuliaan di keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita lakukan. Niscaya keridhaan Allah bersama kita. Amin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari : http://forumbebas.com/showthread.php?tid=34722&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;     &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-4811986931453909659?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/4811986931453909659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=4811986931453909659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/4811986931453909659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/4811986931453909659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2009/01/keluarga-sakinah.html' title='Keluarga Sakinah'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-9054034763523495482</id><published>2008-05-27T03:03:00.001+07:00</published><updated>2008-05-27T03:07:40.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='miskin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wasiat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Tujuh Wasiat Rasulullah</title><content type='html'>“Dari Abu Dzar ia berkata; “Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahku agar aku melihat orang-orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim dengan karib kerabat meski mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku diperintahkan agar memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa billah, (5) aku diperintahkan untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, (7) belaiu melarang aku agar aku tidak meminta-minta sesuatu kepada manusia” (Riwayat Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski wasiat ini disampaikan kepada Abu Dzar RA, namun hakikatnya untuk kaum Muslimin secara umum.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kaidah: (Al-Khitobu li’umuumil-lafdzi, walaisa min khususil asbab). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat pertama, mencintai orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menganjurkan umatnya agar berlaku tawadhu’ (berendah hati)  terhadap orang-orang miskin, menolong dan membantu kesulitan mereka. Demikianlah yang dicontohkan para sahabat di antaranya Umar bin Khaththab Radhiallahu anhu (RA) yang terkenal sangat merakyat, Khalifah Abu Bakar yang terkenal dengan sedekah “pikulan”nya, Utsman bin Affan dengan kedermawanannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah dan kasihanilah orang-orang miskin, sebab hidup mereka tidak cukup, diabaikan masyarakat dan tidak diperhatikan.  Orang yang mencintai fuqara’ dan masakin dari kaum Muslimin, terutama mereka yang mendirikan shalat, dan taat kepada Allah, maka mereka akan dibela Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) di dunia dan pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (Riwayat Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda beliau, “Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang jihad fi sabilillah…..” (Riwayat Bukhari). Dalam riwayat lain seperti mendapatkan pahala shalat dan puasa secara terus menerus….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat kedua, melihat orang yang lebih rendah kedudukannya dalam hal materi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memerintahkan agar kita melihat orang-orang yang berada di bawah kita dalam masalah dunia dan mata pencaharian. Tujuannya, tiada lain agar kita selalu bersyukur dengan nikmat Allah yang ada. Selalu qona’ah (merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita), tidak serakah, tidak pula iri dengki dengan kenikmatan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang rata-rata penyakit manusia selalu melihat ke atas dalam hal harta, kedudukan, dan jabatan. Selama manusia hidup ia selalu merasa kurang dan kurang. Baru merasa cukup manakala mulutnya tersumpal tanah kuburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat orang yang ada di atasmu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Riwaat Muttafaqun ‘alaihi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya dalam masalah agama, ibadah dan ketakwaan, seharusnya kita melihat orang-orang yang di atas kita, yaitu para Nabi, sahabat, orang-orang yang jujur, para syuhada’, para ulama’ dan salafus-shalih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat ketiga, menyambung silaturahim kepada kaum kerabat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silaturahim adalah ungkapan mengenai berbuat baik kepada karib kerabat karena hubungan nasab (keturunan) atau karena perkawinan. Yaitu silaturahim kepada orang tua, kakak, adik, paman, keponakan yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Berbuat baik dan lemah lembut kepada mereka, menyayangi, memperhatikan  dan membantu mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan silaturahim, Allah memberikan banyak manfaat. Di antaranya, menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya, dengannya akan menumbuhkan sikap saling membantu dan mengetahui keadaan masing-masing. Silaturahmi pula akan memberikan kelapangan rezeki dan umur yang panjang. Sebaliknya bagi yang mengabaikan silaturahim Allah sempitkan hartanya dan tidak memberikan berkah pada umurnya, bahkan Allah tidak memasukkannya ke dalam surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung silaturahmi” (Riwayat Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiyat keempat, memperbanyak ucapan ‘La haula walaa quwwata illa bilLah’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memerintahkan memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa bilLah’ agar kita berlepas diri dari merasa tidak mampu. Kita serahkan semuanya kepada Allah. Makna kalimat ini juga sebagai sikap tawakkal, hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya seorang hamba tidak memiliki daya-upaya apapun kecuali dengan pertolongan Allah. Seorang penuntut ilmu tidak bisa duduk di majelis ilmu melainkan dengan pertolongan Allah. Demikian juga seorang guru tidak mungkin bisa mengajarkan ilmu yang manfaat kepada muridnya melainkan dengan pertolongan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Abdullah bin Qois, maukah aku tunjukkan kepadamu atas perbendaharaan dari perbendaharaan surga? (yaitu) ‘La haula walaa quwwata illa billah’ (Riwayat  Muttafaqun ‘Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiyat kelima, berani mengatakan kebenaran meskipun pahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang hanya asal bapak senang (ABS), menjilat agar mendapat simpati dengan mengorbankan kebenaran dan kejujuran. Getirnya kebenaran tidak boleh mencegah kita untuk tidak mengucapkannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Apabila sesuatu itu sudah jelas sebagai sesuatu yang haram, bid’ah, munkar, batil, dan syirik, maka jangan sampai kita takut menerangkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat kebenaran (haq) kepada penguasa yang zalim.  Bukan dengan cara menghujat aib mereka di mimbar-mimbar, tidak dengan aksi orasi, demonstrasi, dan provokasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia tampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasehat itu, maka itu yang terbaik. Dan apabila penguasa itu enggan, maka ia sungguh telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya” (Riwayat Ahmad) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiyat keenam, tidak takut celaan dalam berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa berat resiko dakwah yang Rasulullah dan sahabat alami. Mereka harus menderita karena mendapat celaan, ejekan, fitnah, boikot. Juga pengejaran, lemparan kotoran, dimusuhi, diteror, dan dibunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang sakit hatinya kadang-kadang tidak mau menerima dengan penjelasan dakwah, maka para pendakwah harus sabar menyampaikan dengan ilmu dan hikmah. Jika dai mendapat penolakan dan cercaan jangan sampai mundur. Maka para penyeru tauhid, penyeru kebenaran jangan berhenti hanya dengan di cerca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut dengan siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan” (Al-Ahzab [33]: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat ketujuh, tidak suka meminta-minta sesuatu kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang dicintai Allah, Rasul dan manusia, adalah mereka yang tidak meminta-minta. Seorang Muslim harus berusaha makan dari hasil jerih payah tangannya sendiri. Seorang Muslim harus berusaha memenuhi hajat hidupnya sendiri dan tidak boleh selalu mengharapkan belas kasihan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, seseorang dari kalian mengambil tali, lalu membawa seikat kayu bakar di punggungnya, kemudian ia menjualnya, sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya. Itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia. Mereka bisa memberi atau tidak memberi” (Riwayat Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah 7 wasiat Rasulullah SAW. Semoga kita bisa menunaikannya. [www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-9054034763523495482?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/9054034763523495482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=9054034763523495482' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/9054034763523495482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/9054034763523495482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/05/tujuh-wasiat-rasulullah.html' title='Tujuh Wasiat Rasulullah'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-7898081127563104796</id><published>2008-05-17T00:18:00.001+07:00</published><updated>2008-05-17T00:18:16.815+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kertas seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kertas unik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daur ulang'/><title type='text'>Daur Ulang Kertas</title><content type='html'>Sampah sering memenuhi bak sampah di sekitar meja kerja kita, sepertinya sudah useless, tapi dengan sedikit tangan dingin yang ringan, kita dapat mengubahnya menjadi bernilai lebih. Ya lewat daur ulang, kertas bekas ini akan kita sulap menjadi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;kertas baru yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang kita butuhkan; ember plastik, alat pemotong (gunting, cutter), blender, kain, busa spons&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-7898081127563104796?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/7898081127563104796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=7898081127563104796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/7898081127563104796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/7898081127563104796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/05/daur-ulang-kertas.html' title='Daur Ulang Kertas'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-6498979032657704324</id><published>2008-05-17T00:08:00.001+07:00</published><updated>2008-05-17T00:08:56.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Global warming'/><title type='text'>Kampanye Global Warming</title><content type='html'>Global warming! Ya, isu ini sangat gencar memenuhi ruang informasi di sekitar kita. Mari kita mencoba melihat dan perhatian sejenak akan hal ini, dan bukan sekedar melihat, harusnya kalau sanggup&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;mari berpartisipasi untuk mengurangi dampaknya lewat aksi sederhana di lingkungan sendiri.&lt;br /&gt;Parti si pasi kita bisa lewat menanam pohon, bunga, toga, atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-6498979032657704324?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/6498979032657704324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=6498979032657704324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/6498979032657704324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/6498979032657704324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/05/kampanye-global-warming.html' title='Kampanye Global Warming'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-8280402654104196272</id><published>2008-05-12T13:35:00.009+07:00</published><updated>2008-05-12T13:59:10.741+07:00</updated><title type='text'>SIRIH MERAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_klmsgJ9y6Qs/SCfosBtDCaI/AAAAAAAAAGM/ghsazQOC_Cc/s1600-h/sirih+merah+1.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_klmsgJ9y6Qs/SCfosBtDCaI/AAAAAAAAAGM/ghsazQOC_Cc/s320/sirih+merah+1.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199380137891793314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, ta-nin dan flavonoid&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mi-litus, hepatitis, batu ginjal, me-nurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, ra-dang liver, radang prostat, radang mata,  keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak di-gunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat di-sembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman sirih merah (Piper crocatum) termasuk dalam famili Piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang-seling dari batangnya serta penampakan daun yang berwarna merah keperakan dan mengkilap. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fito-kimia yakni alkoloid, saponin, ta-nin dan flavonoid. Sirih merah sejak dulu telah digunakan oleh masyarakat yang berada di Pulau Jawa sebagai obat untuk meyem-buhkan berbagai jenis penyakit dan merupakan bagian dari acara adat. Penggunaan sirih merah dapat digunakan dalam bentuk segar, simplisia maupun ekstrak kapsul. Secara empiris sirih merah dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes mi-litus, hepatitis, batu ginjal, me-nurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, ra-dang liver, radang prostat, radang mata,  keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi dan memperhalus kulit. Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik. Sirih merah banyak di-gunakan pada klinik herbal center sebagai ramuan atau terapi bagi penderita yang tidak dapat di-sembuhkan dengan obat kimia. Potensi sirih merah sebagai tanaman obat multi fungsi sangat besar sehingga perlu ditingkatkan dalam penggunaannya sebagai bahan obat moderen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman sirih mempunyai banyak spesies dan memiliki jenis yang beragam, seperti sirih gading, sirih hijau, sirih hitam, sirih kuning dan sirih merah. Semua jenis tanaman sirih memiliki ciri yang hampir sama yaitu tanamannya merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai yang tumbuh berselang seling dari batangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirih merah (Piper crocatum) adalah salah satu tanaman obat potensial yang sejak lama telah di-ketahui memiliki berbagai khasiat obat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, disamping itu juga memiliki nilai-nilai spritual yang tinggi. Sirih merah termasuk dalam satu elemen penting yang harus disediakan dalam setiap upacara adat  khususnya di Jogyakarta. Tanaman ini termasuk di dalam famili Pipe-raceae dengan penampakan daun yang berwarna merah keperakkan dan mengkilap saat kena cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirih merah tumbuh merambat di pagar atau pohon. Ciri khas tanaman ini adalah berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Permukaan daun meng-kilap dan tidak merata. Yang mem-bedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramuan sirih merah telah lama dimanfaatkan oleh lingkungan kra-ton Jogyakarta sebagai tanaman obat yang beguna untuk ngadi saliro. Pada tahun 1990-an sirih merah di-fungsikan sebagai tanaman hias oleh para hobis, karena penampilannya yang menarik. Permukaan daunnya merah keperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dan dimanfaatkan se-bagai tanaman obat. Dari beberapa pengalaman, diketahui sirih merah memiliki khasiat obat untuk berbagai penyakit. Dengan ramuan sirih merah telah banyak masyarakat yang tersembuhkan dari berbagai pe-nyakit. Oleh karena itu banyak orang yang ingin membudidayakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan me-tabolit sekunder. Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut, tetapi mem-punyai fungsi untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya. Metabolit sekunder yang diproduksi tanaman bermacam-macam seperti alkaloid, terpenoid, isoprenoid, fla-vonoid, cyanogenic, glucoside, glu-cosinolate dan non protein amino acid. Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang paling banyak di produksi tanaman. Alkaloid adalah bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik. Nenek moyang kita telah memanfaatkan alkaloid dari tanaman sebagai obat.  Sampai saat ini semakin banyak alkaloid yang ditemukan dan diisolasi untuk obat moderen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli pengobatan tradisional telah banyak menggunakan tanaman sirih merah oleh karena mempunyai kandungan kimia yang penting untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dalam daun sirih merah terkandung senyawa fitokimia yakni alkoloid, saponin, tanin dan flavonoid. Dari buku ”A review of natural product and plants as potensial antidiabetic” dilaporkan bahwa senyawa alko-koloid dan flavonoid memiliki ak-tivitas hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan kimia lainnya yang terdapat di daun sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavi-col, kavibetol, allylprokatekol, kar-vakrol, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, ter-penena, dan fenil propada. Karena banyaknya kandungan zat/senyawa kimia bermanfaat inilah, daun sirih merah  memiliki manfaat yang sangat luas sebagai bahan obat. Karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga bisa digunakan untuk obat antiseptik pada bau mulut dan keputihan. Eugenol dapat di-gunakan untuk mengurangi rasa sakit, sedangkan tanin dapat diguna-kan untuk mengobati sakit perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian terhadap tanaman sirih merah sampai saat ini masih sangat kurang terutama dalam pengembang-an sebagai bahan baku untuk bio-farmaka. Selama ini pemanfaatan sirih merah di masyarakat hanya ber-dasarkan pengalaman yang dilaku-kan secara turun temurun dari orang tua kepada anak atau saudara ter-dekat secara lisan. Di Jawa, ter-utama di Kraton Jogyakarta,  tanam-an sirih merah telah dikonsumsi sejak dahulu untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Bedasarkan pengalaman suku Jawa tanaman sirih merah mempunyai manfaat me-nyembukan penyakit ambeien, ke-putihan dan obat kumur, alkaloid di dalam sirih merah inilah yang berfungsi sebagai anti mikroba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bersifat antiseptik sirih merah juga bisa dipakai mengobati penyakit diabetes, dengan meminum air rebusan sirih merah setiap hari akan menurunkan kadar gula darah sampai pada tingkat yang normal. Kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita orang dan sangat mematikan, dapat disembuh-kan dengan menggunakan serbuk atau rebusan dari daun sirih merah. Beberapa pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa sirih merah dapat menurunkan penyakit darah tinggi, selain itu juga dapat menyem-buhkan penyakit hepatitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirih merah dalam bentuk teh herbal bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag dan kelelahan, ini telah dilakukan oleh klinik herbal senter yang ada di Jogyakarta, di mana pasiennya yang berobat sem-buh dari diabetes karena meng-konsumsi teh herbal sirih merah. Sirih merah juga sebagai obat luar dapat memperhalus kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara empiris diketahui tanaman sirih merah dapat menyembuhkan penyakit batu ginjal, kolesterol, asam urat, serangan jantung, stroke, radang prostat, radang mata, masuk angin dan nyeri sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil uji praklinis pada tikus dengan pemberian ekstrak hingga dosis 20 g/kg berat badan, aman dikonsumsi dan tidak bersifat toksik, pada dosis tersebut mampu me-nurunkan kadar glukosa darah tikus sebesar 34,3%. Lebih tinggi penu-runannya dibandingkan dengan pem-berian obat anti diabetes militus komersial Daonil 3,22 mml/kg yang hanya menurunkan 27% glukosa darah tikus. Hasil uji praklinis pada tikus, dapat di pakai sebagai acuan penggunaan pada orang yang men-derita kencing manis. Saat ini sudah cukup banyak klinik herbal center yang menggunakan sirih merah sebagai ramuan atau terapi yang berkhasiat dan manjur untuk pe-nyembuhan berbagai jenis penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://balittro.litbang.deptan.go.id &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-8280402654104196272?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/8280402654104196272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=8280402654104196272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/8280402654104196272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/8280402654104196272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/05/sirih-merah.html' title='SIRIH MERAH'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_klmsgJ9y6Qs/SCfosBtDCaI/AAAAAAAAAGM/ghsazQOC_Cc/s72-c/sirih+merah+1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-7162071807838649299</id><published>2008-04-02T08:23:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T01:20:52.922+07:00</updated><title type='text'>Deteksi Penjahat Lewat Rambut</title><content type='html'>Peneliti di Universitas Utah, Amerika Serikat megembangkan satu metode untuk memerangi kejahatan lewat informasi yang dapat dikumpulkan dari rambut. Menurut para peneliti itu, rambut manusia merupakan bagian tubuh yang sangat informatif&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anda adalah apa yang Anda makan dan minum dan itu semua terekam di rambaut Anda," kata pakar geochemist, Thure Cherling bersama pakar ekologi, Jim Ehlinger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisi rambut ini juga bermanfaat bagi para antropologi, arkeolog, dokter, polisi dan siapa saja yang membutuhkan informasi hasil analisis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isotop oksigen dan hidrogen di dalam rambut dan air dapat menunjukkan daerah tempat seseorang tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isotop adalah wujud dari elemen bahan kimia dengan berat atom yang sangat beragam, isotop yang stabil adalah jenis isotop yang rusak jika terkena radioaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya metode sejenis ini sudah digunakan oleh DEA Amerika untuk melacak tempat kokain atau heroin diproduksi, dengan menganalisis berbagai variasi unsur isotop karbon, nitrogen, hidrogen, dan oksigen yang tertanam di dalam bahan dasar kokain dan heroin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode ini juga digunakan untuk mengendus jejak uang palsu nominal 100 dolar, dengan menganalisis hidrogen dan oksigen dengan memanfaatkan informasi air yang digunakan untuk membuat pohon kapas bahan kertas itu tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik baru ini menganalisis isotop stabil hidrogen (hidrogen-2 jarang dan hidrogen-1 umum didapat), dan oksigen (oksigen-18 jarang, dan oksigen-16 umum didapat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasio oksigen-18 terhadap oksigen-16 di udara yang dihirup manusia adalah sama dimanapun orang berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 85% dari variasi isotop di rambut seseorang ternyata bisa dijelaskan oleh tingkat variasi isotop air minum di tempat seseorang pernah tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi satu helai rambut saja bisa menentukan tempat tinggal seseorang dalam kurun waktu beberapa pekan bahkan tahun, bergantung pada panjang rambut dan berapa lama waktu yang dibutuhkan rambut itu untuk tumbuh.&lt;br /&gt;(Surabaya Post 28022008)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-7162071807838649299?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/7162071807838649299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=7162071807838649299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/7162071807838649299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/7162071807838649299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/04/deteksi-penjahat-lewat-rambut.html' title='Deteksi Penjahat Lewat Rambut'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-3253638394924497133</id><published>2008-03-16T23:32:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T01:23:22.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Panjang umur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ellen meara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harvard medical school'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penelitian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='1990-2000'/><title type='text'>Resep Panjang Umur</title><content type='html'>Penelitian para ilmuwan dari Harvard School of Medicine, kurun waktu 1990-2000 menunjukkan, orang yang memiliki pendidikan lebih baik berpeluang panjang umur&lt;span class="fullpost"&gt;semakin besar.&lt;br /&gt;Ellen Meara, kata asisten profesor kebijakan kesehatan,  pertambahan umur lulusan SMA dan diatas SMA  1,5 tahun.&lt;br /&gt;Ini terjadi karena dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, orang mendapatkan info kesehatan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-3253638394924497133?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/3253638394924497133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=3253638394924497133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/3253638394924497133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/3253638394924497133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/03/resep-panjang-umur.html' title='Resep Panjang Umur'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-493061970173631276</id><published>2008-03-16T23:15:00.002+07:00</published><updated>2008-04-15T01:24:11.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='respon'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='konsentrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen waktu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='waktu'/><title type='text'>Tips Tundukkan Waktu</title><content type='html'>1. Jangan menangguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lacak aktivitas Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konsentrasi pada hasil&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bangun rancangan aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Respon cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bersikap tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jadwalkan waktu untuk bersantai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-493061970173631276?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/493061970173631276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=493061970173631276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/493061970173631276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/493061970173631276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/03/tips-tundukkan-waktu.html' title='Tips Tundukkan Waktu'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-6816889660400090325</id><published>2008-03-16T00:48:00.004+07:00</published><updated>2008-04-15T01:25:24.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Musik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Spiritual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Tubuh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Gambar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Matematika dan Logika'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Diri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerdas Bahasa'/><title type='text'>Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat</title><content type='html'>Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan &lt;span class="fullpost"&gt;ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Jenis Kecerdasan&lt;br /&gt;Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan kriterianya):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata&lt;br /&gt;Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi&lt;br /&gt;Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama&lt;br /&gt;Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak&lt;br /&gt;Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung&lt;br /&gt;Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain&lt;br /&gt;Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri&lt;br /&gt;Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar&lt;br /&gt;Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dr. Andyda Meliala&lt;br /&gt;sumber : info.balitacerdas.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-6816889660400090325?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/6816889660400090325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=6816889660400090325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/6816889660400090325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/6816889660400090325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/03/mendidik-anak-cerdas-dan-berbakat.html' title='Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-24647340221895136</id><published>2008-03-15T23:31:00.003+07:00</published><updated>2008-04-15T01:26:36.510+07:00</updated><title type='text'>WHATEVER YOU THINK THINK THE OPPOSITE</title><content type='html'>Sampai Olimpiade Meksiko pada 1968, cara yang biasa dilakukan oleh atlet lompat tinggi untuk meloncati palang rintangan adalah dengan &lt;span class="fullpost"&gt;menyejajarkan badan dengan palang tersebut, yaitu sebuah teknik yang disebut Western Roll. Namun cara itu tidak lama kemudian berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang atlet tidak terkenal mendekati palang rintangan, yang sedang dipasang pada ketinggian rekor dunia setinggi 7 feet 4 1/4 inci. Dia melompat, tetapi bukannya menghadapkan badannya ke palang, dia justru membalikkan badannya, membelakangi palang. Ia mengangkat kakinya dan melompati palang dengan membelakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama atlet itu adalah Dick Fosbury, dan metode lompatannya kemudian terkenal sebagai Fosbury Flop. Metodenya masih dipakai hingga sekarang. Ia melompat jauh lebih tinggi daripada siapa pun sebelumnya, dengan berpikir secara berlawanan dari orang-orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This example is just a technique for thinking, but here the technique for thinking became a technique for jumping, turning a flop into a success.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-24647340221895136?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/24647340221895136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=24647340221895136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/24647340221895136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/24647340221895136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/03/whatever-you-think-think-opposite.html' title='WHATEVER YOU THINK THINK THE OPPOSITE'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-1349284279266436325</id><published>2008-03-06T22:05:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T01:28:03.423+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Karya Tulis Ilmiah Ditolak?</title><content type='html'>Oleh : Tatang Sunendar, M.Si&lt;br /&gt;Widyaiswara LPMP Jawa Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara nomor 84 tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit menyatakan bahwa bagi tenaga pendidik yang telah mempunyai pangkat IVa ke atas diwajibkan&lt;span class="fullpost"&gt; mengumpulkan angka kredit sebanyak 12 dari unsur pengembangan profesi. Di sisi lain berdasarkan data dari Pusat Data Pendidikan Indonesia Balitbang Depdiknas menunjukan jenjang kepangkatan tenaga pendidik menumpuk di golongan IVa, sangat sedikit yang mencapai pangkat di atas IVa antara lain: gol IV b sebanyak 2370 orang, IVc 68 orang dan golongan IVd 14 orang. Adapun berdasarkan Data dari Biro Kepegawaian Depdiknas, alasan utamanya sebagian besar tenaga pendidik merasa kesulitan dalam mengembangkan profesi terutama dalam hal penulisan KTI. Disamping itu pula berdasarkan data pada saat penilaian periode yahun 2006 dari jumlah berkas yang dinilai sebanyak 1700 berkas yang memenuhi angka kredit 12 hanya sekitar 40 berkas. Atas dasar pokok pikiran tersebut maka di bawah ini akan diuraikan arti pengembangan profesi, alasan penolakan penulisan karya ilmiah, dengan harapan menjadikan gambaran bagi tenaga pendidik sehingga mampu memenuhi perolehan angka kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan profesi seperti yang dimaksud dalam petunjuk teknis jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, “adalah kegiatan guru dalam rangka pengamalan ilmu dan pengetahuan, teknologi dan ketrampilan untuk peningkatan mutu baik bagi proses belajar mengajar dan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya maupun dalam rangka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pendidikan” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur pengembangan profesi sifatnya wajib bagi guru yang telah menduduki pangkat/jabatan guru Pembina, hal ini dikarenakan pangkat jabatan guru Pembina diharapkan tumbuh daya analisis, kritis serta mampu memecahkan masalah dalam lingkup tugasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan guru yang termasuk pengembangan profesi&lt;br /&gt;Beberapa kegiatan guru yang termasuk pengembangan profesi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. melaksanakan kegiatan KTI di bidang pendidikan&lt;br /&gt;b. menemukan teknologi tepat guna di bidang pendidikan&lt;br /&gt;c. membuat alat peraga atau alat bimbingan&lt;br /&gt;d. menciptakan karya seni seperti lagu, lukisan&lt;br /&gt;e. mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara pengajuan angka kredit (pengembangan profesi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengajukan angka kredit dalam pengembangan profesi dapat dilakukan prosedur sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. adanya peran critical friend, kritik dan saran dari teman sejawat yang satu profesi agar mendapat masukan mengenai penulisan KTI.&lt;br /&gt;   2. mintakan saran pada guru bahasa Indonesia untuk mengetahui pengunaan bahasa maupun sistimatika penulisan KTI yang benar&lt;br /&gt;   3. sertakan surat pengesahan dari Kepala Sekolah serta petugas perpustakaan jika penulisan sudah selesai&lt;br /&gt;   4. sertakan surat pengantar Kepala Sekolah dan dikirim ke Tim penilai Angka Kredit pengembangan profesi tingkat pusat yang sekretariatnya di LPMP.&lt;br /&gt;   5. untuk lebih lengkap, sertakan pula pengesahan dari Kepala Dinas pendidikan Tingkat Kab/kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara penilaian pengembangan profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil karya berupa karya tulis yang berupa hasil penelitian, tinjauan ilmiah, pembuatan alat peraga, teknologi, karya seni penilaianya dalam bentuk paparan /deskripsi sesuai kaidah penulisan karya ilmiah dengan langkah penilaian sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penilaian tidak mengenal nilai jenjang dalam setiap unsur dengan kata lain hanya mengenal diterima atau ditolak, contohnya setiap karya tulis mempunyai bobot nilai 4, maka penilaian jika diterima bernilai maksimal 4 jika ditolah mendapat nilai 0, tidak ada nilai 1 , 2 , 3.&lt;br /&gt;   2. Urutan penilaian di mulai dari judul, sistimatika penulisan, latar belakang penulisan kajian teori , cara pengolahan, kesimpulan rekomendasi, daftar pustaka, dengan menggunakan sistem gugur, jika seorang guru menulis karya ilmiah tetapi judulnya tidak menggambarkan latar belakang pendidikan serta kajiannya terlalu luas maka langsung digugurkan dengan nilai 0 tanpa dilihat unsur yang lainnya, begitu pula seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang termasuk karya tulis ilmiah terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KTI hasil penelitian, pengkajian, survei dan evaluasi&lt;br /&gt;    * karya tulis/makalah berupa tinjauan atau ulasan ilmiah gagasan sendiri&lt;br /&gt;    * Tulisan ilmiah populer&lt;br /&gt;    * prasaran berupa tinjauan wawasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada pertemuan ilmiah&lt;br /&gt;    * buku pelajaran atau modul&lt;br /&gt;    * diktat pelajaran&lt;br /&gt;    * menerjermahkan karya ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari ketujuh kategori inilah guru bisa memilih sehingga tidak usah memaksakan diri membuat KTI yang tidak dikuasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Karya Tulis Ilmiah (KTI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya tulis ilmiah yang ditulis guru hendaknya memenuhi syarat APIK (Asli, Perlu, Ilmiah dan Konsisten ) artinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Asli (original ) karya tulis yang dihasilkan harus merupakan produk asli guru dan sesuai dengan mata pelajaran yang diampu dan tempat bekerja&lt;br /&gt;    * Perlu/bermanfaat ( useful) karya tulis yang dihasilkan guru harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran&lt;br /&gt;    * Ilmiah ( scientific) karya tullis yang dihasilkan harus disusun secara ilmiah, sistimatis, runtut dan memenuhi persyaratan penulisan karya ilmiah&lt;br /&gt;    * Konsisten (concistency) KTI yang dihasilkan harus memperlihatkan keajegan dan konsistensi pemikiran yang utuh, baik secara keseluruhan maupun hubungan antar bab bagian karya tulis yang disajikan.&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Pokok KTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kriteria yang dilihat dalam penulisan KTI, diantaranya terdapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * “masalah “ pokok yang dijadikan dasar penulisan dan masalah tersebut sesuai atau menyangkut kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru sehari hari&lt;br /&gt;    * kajian pustaka/teori yang mendukung pemecahan masalah&lt;br /&gt;    * metodologi yang dilakukan secara runtut dalam upaya pemecahan masalah tersebut&lt;br /&gt;    * data dan fakta yang mendukung pembahasan masalah tersebut&lt;br /&gt;    * alternatif pemecahan masalah yang dikemukakan atau dibahas untuk solusi atas masalah yang dihadapi&lt;br /&gt;    * kesimpulan maupun rekomendasi yang dikemukakan berdasarkan analisis data terhadap upaya pemecahan masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA, KTI DITOLAK?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan mengapa karya tulis ilmiah guru dalam unsur pengembangan profesi guru ditolak berdasarkan hasil pengalaman tim penilaian angka kredit tingkat pusat diperoleh alasan-alasan itu antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * berupa skripsi/thesis/desertasi (sudah diniali dalam unsur pendidikan)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KTI diragukan keasliannya, bila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    salah satu bagian tulisan (atau hal lain) menunjukkan bahwa KTI itu merupakan skripsi, penelitian, atau karya orang lain, yang diubah dan digunakan sebagai karya ilmiahnya (seperti misalnya bentuk ketikan tidak sama, tempelan nama, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Terdapat petunjuk adanya lokasi dan subjek yang tidak konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Terdapat tanggal pembuatan yang tidak sesuai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Terdapat berbagai data yang tidak konsisten, tidak akurat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Terdapat kesamaan isi, format, gaya penulisan yang sangat mencolok dengan KTI yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penyusunan KTI yang berbentuk penelitian, pengembangan dan evaluasi diselesaikan/dihasilkan lebih dari 2 judul dalam setahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KTI sudah kadaluarsa ( disusun sebelum PAK terakhir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pengesahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    tidak ada pengesahan kepalasekolah/kepala madrasah guru yang bersangkutan bahwa KTI tersebut adalah benar karya tenaga pendidik yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengesahan ada, tetapi bukan dari pejabat yang berwenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * KTI bukan dalam bidang pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * penulisan makalah tidak jelas apakah laporan penelitian atau tulisan ilmiah yang merupakan tinjauan/ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * karya ilmiah yang disusun belum/tidak menggunakan format yang lazim dalam penulisan ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * tulisan yang diajukan tidak memenuhi syarat sesuai dengan Kepmendikbud No025/0/1995&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * penyusunan karya ilmiah belum menggunakan proses berpikir keilmuan (ada masalah, kajian teori, metodologi, data, analisis, kesimpulan, saran dan rekomendasi.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * masalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang dikaji terlalu luas, tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan upaya pengembangan profesi penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang ditulis bukan kegiatan nyata penulis dalam peningkatan/pengembangan profesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kajian teori :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tidak relevan dengan judul/permasalahan yang dikaji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terlalu luas, belum mengarah pada hal-hal yang dipermasalahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sangat sederhana, belum nampak wacana keilmuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Metode penelitian belum sesuai dengan dengan kaidah penulisan karya tulis ilmiah (tujuan khusus, tempat dan waktu, ruang lingkup penelitian, populasi, sampel penelitian, teknik sampling, metode pengumpulan dan pengolahan data dan analisis data)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Data yang disajikan kurang lengkap /tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * instrumen tidak dilampirkan/tidak lengkap/tidak sesuai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Analisis data tidak sesuai dengan metode analisisi data yang dipilih dalam metode penelitian, atau permasalahan yang dirumuskan dalam latar belakang (pendahuluan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Isi tulisan ilmiah pada bab selanjutnya tidak konsisten/tidak ada kesesuaian/tidak seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kesimpulan dan saran tidak sesuai dengan alur berfikir pada bab-bab sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Rekomendasi belum menunjukan manfaat yang nyata bagi dunia pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penyusunan karya ilmiah belum menggunakan proses berfikir keilmuan (ada masalah, kajian teori, fakta, ulasan/ tinjauan secara ilmiah yang merupakan gagasan penulis dan kesimpulan)&lt;br /&gt;    * Masalah yang dikaji terlalui luas, tidak langsung berhubungan dengan permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan profesi penulis&lt;br /&gt;    * Kajian teori :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    tidak relevan dengan judul/permasalan yang dikaji&lt;br /&gt;    terlalu luas, belum mengarah pada hal hal yang dipermasalahkan&lt;br /&gt;    sangat sedehana, belum nampak wacana keilmiuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * kajian fakta tidak/belum relevan dengan permasalahan yang dikaji&lt;br /&gt;    * isi pembahasan karya ilmiah belum memuat gagasan penulis&lt;br /&gt;    * tulisan ilmiah tidak konsisten/tidak ada kesesuaian/tidak seimbang.&lt;br /&gt;    * kesimpulan tidak sesuai dengan alur pikir bab sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. tidak sesuai dengan tugasnya&lt;br /&gt;   2. sistimatika penulisan tidak sesuai dengan pedoman penulisan yang berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. belum mendapat pengesahan dari Disrjen Dikdasmen (taraf nasional)&lt;br /&gt;   2. belum mendapat pengesahan dari kepala dinas pendidikan di provinsi (taraf provinsi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Peraga&lt;br /&gt;Pada latar belakang belum dikemukakan permasalahan, manfaat alat peraga, langkah-langkah pembuatan, langkah-langkah penggunan dan kesimpulan serta lampiran yang relevan ( foto/gambar dari alat peraga)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya terjemahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. substansi di luar bidang pendidikan /tidak bermanfaat dalam pembelajaran/tidak utuh&lt;br /&gt;   2. belum ada keterangan dari kepala sekolah yang menjelaskan manfaat karya terjemahan tersebut&lt;br /&gt;   3. belum ada keterangan dari kepala sekolah yang menjelaskan karya tersebut adalah terjemahan guru yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Pengembangan profesi bagi tenaga pendidik merupakan suatu kewajiban, apabila tenaga pendidik tersebut telah menduduki pangkat jabatan IVa, diperlukan suatu kegiatan yang dilakukan secara terarah dan terpadu dan hal yang paling penting adalah menjiwai profesi yang digeluti selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;Suharjono, Pengembangan Profesi Guru, Panduan Tehnik Penilaian KTI Guru, Depdiknas&lt;br /&gt;Kepmen, Penilaian Jabatan Fungsional Guru, Jakarta&lt;br /&gt;Suharsimi Arikunto, PTK, Rineka Cipta Yogyakarta (2006)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-1349284279266436325?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/1349284279266436325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=1349284279266436325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/1349284279266436325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/1349284279266436325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/03/mengapa-karya-tulis-ilmiah-ditolak.html' title='Mengapa Karya Tulis Ilmiah Ditolak?'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2123904737906725469.post-599268630348084056</id><published>2008-03-06T10:43:00.001+07:00</published><updated>2008-04-15T01:28:52.045+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industry'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ultrajaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Milk'/><title type='text'>Bintang Pintar Ultra 2008</title><content type='html'>Hari ini, dipanggil menghadap Bapak Wakasek Kurikulum, Mr. Santoso, ada mainan baru.&lt;br /&gt;Ya, kebetulan saya ditunjuk lagi untuk mbimbing pelajar yang siap untuk diadu di kancah Bintang Pintar yang &lt;span class="fullpost"&gt;diadakan oleh Ultra. Ya Ultra produsen susu itu.&lt;br /&gt;Kebetulan PT Ultrajaya Milk Industry Tbk, punya program ingin memajukan kualitas pendidikan lewat acara ini. Dan bukan kebetulan sekolah saya (SMP-SMA Luqman al Hakim Surabaya) dapet kesempatan untuk ikut lomba ini. Untuk sekedar tau, sekolah yang boleh ikut bukan sembarang sekolah, hanya yang dapat rekomendasi Depdiknas RI, diambil dari sekolah yang memiliki peringkat A dan B saja.( peringkat ini nggak tau asalnya dari apa, katanya sih karena nilai unasnya bagus)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2123904737906725469-599268630348084056?l=kangbina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kangbina.blogspot.com/feeds/599268630348084056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2123904737906725469&amp;postID=599268630348084056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/599268630348084056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2123904737906725469/posts/default/599268630348084056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kangbina.blogspot.com/2008/03/bintang-pintar-ultra-2008.html' title='Bintang Pintar Ultra 2008'/><author><name>KangBina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16448644194736656062</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_klmsgJ9y6Qs/R-PcjJ1skKI/AAAAAAAAAB0/X0HzD2VuXxs/S220/th_MorningCoffee.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
